Minggu, 13 April 2014

Gula Semut (atau biasanya dikenal dengan nama Gula Kelapa, Gula Kristal, atau Gula Nira) merupakan jenis gula yang diambil dari nira pohon kelapa, atau bunga pohon kelapa atau pohon palem. Gula Semut telah digunakan sebagai pemanis alami tradisional selama berabad-abad oleh di daerah Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Penghasil Gula Semut terbesar adalah negara Indonesia dan Filipina.

GUSEM Gula Semut








Cara Pembuatan

Gula semut biasanya berupa granule atau berbentuk serbuk kristal. Namun sebelum menjadi granule, gula semut berbentuk blok atau sering kita sebut sebagai gula Jawa. Untuk cara pembuatannya adalah petani menaiki pohon kelapa untuk memotong bunga atau nira kelapa, kemudian air niranya muncul dari potongan tersebut. Biasanya air nira ditampung sementara di dalam wadah bambu. Kemudian air nira tesebut di masukan ke dalam wajan untuk dimasak dengan tujuan menghilangkan kadar airnya. Karena biasanya nira kelapa mentah memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sekitar 80 persen, dipanaskan dengan tujuan menguapkan air sehingga terbentuklah nira kelapa yang kental seperti sirup. Dari bentuk sirup ini, nira kemudian dimasukan ke wadah untuk membentuknya, misalnya ditampung di wadah bambu dan dijemur terik matahari sehingga menjadi gula jawa yang kita kenal.


Sedangkan proses untuk membuat gula semut, dari gula jawa tersebut kemudian dipotong-potong menjadi serpihan-serpihan kecil berbentuk granule. Untuk membuat menjadi lebih kecil lagi ukurannya, maka proses selanjutnya adalah diayak dengan saringan yang sesuai. Kemudian untuk menghilangkan kadar airnya lagi, maka biasanya gula semut yang telah berbentuk granule ini dijemur atau di oven sehingga menjadi lebih kering.


Petani Mengayak Gula Semut
Petani Menoreh Nira
Oven Gula Semut

 

 

 

 

 

 

Bentuk dan Rasa

Gula semut memiliki bentuk mirip dengan brown sugar, biasanya berwarna merah kecoklatan. Sedangkan untuk rasa, mirip dengan rasa gula namun tidak begitu pekat, sehingga tidak merusak rasa makanan atau minuman. Tetapi karena mayoritas gula semut ini merupakan gula organik yang diproses secara tradisional, maka warna, kemanisan dan rasanya pun berbeda-beda tergantung dari kualitas petani gula, spesies pohon kelapa yang digunakan dan kualitas produksi.


Produk Gula Jawa

Jenis Gula Semut

Pada umumnya, ada tiga jenis gula semut yang ada dipasaran. Pertama adalah gula semut yang terbuat dari pohon kelapa, biasanya gula semut jenis ini memiliki warna yang lebih cerah dibanding gula semut lainnya. Gula semut dari pohon kelapa ini banyak di produksi di daerah Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Banyumas. Kemudian yang kedua adalah gula semut yang terbuat dari pohon palem atau aren. Gula semut ini memiliki warna yang lebih gelap dan kemerah-merahan dan mayoritas di produksi di provinsi Banten. Dan yang terakhir adalah gula semut kristal. Gula semut ini dibuat dari pohon kelapa ataupun pohon aren, namun pada saat dimasak, gula ini dicampurkan dengan gula pasir untuk menambah rasa manisnya. Biasanya gula kristal ini berwarna coklat terang dan sedikit mengkilat karena memiliki campuran gula pasir kristal.


Gula Kristal Aren

Kandungan Gula

Gula semut memiliki kandungan utamanya adalah sukrosa (yang terdiri dari glukosa dan fruktosa). Kandungannya adalah Sukrosa sebanyak 70-19% serta glukosa dan fruktosa masing-masing sekitar 3-% kandungan tergantung dari bagaimana proses produksi, bahan mentah, umur pohon kelapa dan varietas pohon.




Manfaat

Menurut Badan Perkebunan Filipina, gula semut memiliki indeks glikemik sebanyak 35, sehingga diklasifikasikan sebagai makan rendah GI. Sebagai bahan perbandingan Gula pasir memiliki GI sebanyak 60 sedangkan brown sugar sebanyak 64, sehingga gula semut lebih menyehatkan.
Gula semut memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi, kaya akan potasium, magnesium, zinc dan kandungan besi. Selain itu gula semut mengandung vitamin B1, B2, B3 dan B6. Jika dibandingkan dengan brown sugar, gula semut memiliki 18 kali lebih besar potasium dan 30 kali lebih besar kandungan fosfor dan 10 kali lebih besar kandungan zincnya.


Popularitas

Di luar negeri termasuk Eropa dan Amerika, gula semut dianggap sebagai gula yang sehat bagi penderita diabetes, serta telah digunakan sebagai pengganti gula pasir yang GI nya terlalu tinggi. Gula semut juga lebih aman bagi penderita diabetes dan harganya lebih terjangkau. Biasanya gula semut dapat didapatkan di toko-toko maupun pasar.


Perkebunan Kelapa Gula Semut Gusem



Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

0 komentar: